Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro
Mini Hydro Power Plant

By Abah Cholmed 18 Apr 2018, 09:12:22 WIB Potensi Investasi
Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro


PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MINIHIDRO (PLTM)
Mini Hydro Power Plant

 

Uraian Proyek : 
Seperti kita ketahui bahwa salah satu aspek penting dalam perhitungan pertumbuhan perekonomian dan kesejahteraan suatu negara adalah tingkat pertumbuhan listriknya. Berdasarkan data kelistrikan nasional, kapasitas listrik terpasang di Indonesia pada tahun 2015 sebesar 53.585 MW dan bila dirinci berdasarkan jenis pembangkit listriknya yaitu dengan tenaga air 6,4%, batu bara 52%, gas 24%, BBM 117%, panas bumi 4,4%, dan tenaga lainnya 0,4%. 
Dengan kapasitas terpasang sebesar itu, ratio elektrifikasi negara kita di tahun 2015 masih sekitar 84,35%, itu artinya masih 15,65% penduduk Indonesia yang belum menikmati listrik. Rasio ini masih rendah dibanding negara-negara ASEAN. Adapun sasaran kelistrikan adalah diharapkan dapat mencapai 100% di tahun 2020. 

Kondisi Eksisting :
PLTM (Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro) merupakan investasi prospektif jangka panjang. Kabupaten Pekalongan memiliki sungai-sungai dengan elevasi yang sangat memungkinkan untuk PLTM. Dua lokasi telah dimanfaatkan, namun masih banyak lokasi lain yang sangat berpotensi untuk investasi PLTM. 
Sungai yang berpotensi untuk pembangunan PLTM antara lain : 
1. Sungai Sengkarang (Kec. Lebakbarang)
2. Sungai Welo (Kec. Petungkriyono dan Kec. Doro)
3. Sungai Paingan (Kec. Kajen)
4. Sungai Genteng (Kec. Paninggaran dan Kec. Kandangserang)
5. Sungai Kumenyep (Kec. Lebakbarang)
6. Sungai Wisnu (Kec. Lebakbarang)
7. Sungai Kupang (Kec. Talun)
Yang melintas di beberapa wilayah Kecamatan Petungkriyono, Kecamatan Doro, Kecamatan Talun, Kecamatan Karanganyar, Kecamatan Lebakbarang, Kecamatan Kajen, Kecamatan Paninggaran, Kecamatan Kandangserang, Kecamatan Kesesi dengan dukungan kemiringan lahan yang sangat memadai di daerah sekitar tangkapan air pegunungan serta curah hujan dan debit air yang cukup.
Saat ini baru ada 3 (tiga) investor yang memanfaatkan Sungai Welo, Sungai Genteng dan Sungai Sengkarang untuk pembangunan 5 (lima) unit PLTM yang sudah pada tahap pembebasan lahan. Dari 5 (lima) unit diperkirakan menghasilkan tenaga listrik dengan kapasitas 28 MW. Diperkirakan pemanfaatan tersebut baru 30% dari potensi yang ada. 

Analisis Pasar :
Berdasarkan PERMEN ESDM Nomor 31 Tahun 20009, PT. PLN diwajibkan untuk membeli tenaga listrik yang dihasilkan dari pembangkit listrik yang menggunakan energi terbarukan, saat ini harga jual listrik kepada PT. PLN Rp. 1.075/kwh. Hal ini menunjukkan adanya kepastian dan jaminan pemasaran energi listrik yang dihasilkan dari PLTM. 

Financial Analysis : 
Rp. 149.970.000.000  (Investment Cost)
Rp. 14.046.000.000  (NPV)
1,11  (Profitable Index)
16,68% (IRR)
4-5 years (Payback Period)




Write a comment

Ada 4 Komentar untuk Berita Ini

  1. kontraktor listrik 17 Mei 2018, 09:31:31 WIB

    Memang untuk salah satu aspek penting dalam perhitungan pertumbuhan perekonomian dan kesejahteraan suatu negara adalah tingkat pertumbuhan listriknya. Jika pertumbuhan listrik suatu negera tersebut sudah merata bahkan sampai ke pelosok-pelosok maka bisa dibilang negara tersebut maju. Sebenarnya pemerintah atau PLN bisa bekerja sama dengan perusahaan kontraktor listrik untuk bekerjasama membuat pembangkit listrik tenaga minihidro. Toh tidak ada salahnya kalo dicoba.

    Jasa cuci sofa jakarta 25 Mei 2018, 16:51:24 WIB

    Saya sangat mendukung adanya upaya mencari sumber tenaga alternatif, terlebih dengan sudah hadirnya LISTRIK TENAGA MINIHIDRO ini bisa menjadi angin segar untuk mengembangkan energi terbarukan.

View all comments

Write a comment